Helmy Yahya jadi Direktur TVRI Sangat Melelahkan

JAKARTA – Helmy Yahya mengaku hidup prihatin kini. Sejak diangkat sebagai Direktur Utama TVRI dia tak bisa bergaya produser program ‘reality show’ yang sukses seperti sebelumnya. Di stasiun teve plat merah itu dia harus menyesuaikan keadaan.

Adik dari Tantowy Yahya itu merasa tertantang. Raja Kuis dan ‘Reality Show’ ini menghidupkan Ria Jenaka yang dulu dipopulerkan oleh Ateng dan Iskak, tapi kini menghadirkan versi milenial dengan bintang para Komika (Stand Up Comedian). Gilang Baskara, Babe Cabita, Arief Didu dll.

Helmy, 54, juga menghidupkan kembali sinetron yang pernah populer seperti ‘Siti Nurbaya’, ‘Keluarga Cemara’, ‘Dokter Kartika’. “Tetap dengan Dewi Yull dan Dwi Yan, tapi menghadirkan banyak dokter muda, “ katanya. Dia sudah bicara dengan Dedi Setiadi, sutradara kondang era kejayaan sinetron TVRI 1990-an.

Helmy Yahya, terpilih menjadi Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (TVRI), untuk periode 2017-2022.

Film film asing yang pernah berjaya di TVRI juga akan dimunculkan kembali, seperti ‘Oshin’ dan ‘Little House on The Praire’. “Sekadar nostalgia untuk penonton lama, “ katanya.

Tak dilupaka acara Cepat Tepat, SD, SMP dan SMA, yang dulu disukai dan dirindukan . “Kerjasama dengan Kementrian Dikbud, “ katanya.

Semua nostalgia yang membangkitkan kenangan kejayaan TVRI dihidupkan kembali dengan kondisi kekinian.

“Dalam sehari saya menghadiri 10 – 11 meeting. Melelahkan sekali. Sangat melelahkan. Tapi saya semangat. Kami semua semangat, “ katanya dalam acara temu dengan sejumlah wartawan hiburan, Jumat (23/2) siang.

Di bidang film, dia bekerjasama dengan Pusbang Film dan menayangkan kembali film film klasik yang sudah direstorasi, seperti ‘Darah dan Doa’ dan ‘Kawat Berduri’, dan lainnya.

Menjawab pertanyaan wartawan, TVRI mendapatkan anggaran Rp.830 miliar per tahun, tapi harus menghidupi 4.800 karyawan di 30 lokasi. Sangat minim. “Gambarannya, dana untuk setahun di TVRI sama dengan sebulan di teve swasta, “ katanya. “Buat we dont give up, we fight back! “ jelasnya.

“Kami ini miskin tapi banyak maunya” katanya, berseloroh. “Untuk banyak yang membantu. Kami semangat, “ katanya.

Figur Hemly Yahya, yang sukses dengan sejumlah reality show di teve swasta dan populer, menjadi magnit pesohor untuk membantunya, seperi Glen Fedly, Sandy Sandhoro, Arswendo Atmowiloto, Dedy Setiadi, Yudi Latif, Romo Benny, Buya Syafii Maarif yang siap mendukungnya.

Selain menghadirkan kembali ‘Ria Jenaka Milenial’, Helmy tengah merancang acara “Gue Pancasila”, yakni anak muda yang bahas dan bicara Pancasila tapi tidak menyebut Pancasila.

Menurut Helmy, Panasonic Award juga akan kembali di TVRI. Pihak Rachmat Gobel sudah berikan komitmen. Bidang olahraga akan habis habisan di Sea Games. Dia menjadi media partnernya.

BoD (board of director – dewan direksi) sangat solid, katanya. “Kami semua keluar dari Comfort Zone (zona nyaman) untuk beramal dan berjihad, “ tegasnya.

Sebagai Direktur Utama, Helmy Yahya didukung oleh Direktur Program dan Berita selaku Apni Jaya Putra, Supriyono (Direktur Teknik), Tumpak Pasaribu (Direktur Umum), Rini Padmirehatta (Direktur Pengembangan dan Usaha), dan Direktur Keuangan Isnan Rahmanto. – dms

Sumber : http://poskotanews.com/2018/02/24/helmy-yahya-jadi-direktur-tvri-sangat-melelahkan/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *